Saturday, 8 August 2020

DEWA-DEWA (Dalam Agama Buddha) .

DEWA-DEWA
(Dalam Agama Buddha) .

Dalam pandangan Agama Buddha, alam surga di mana para Dewata dan makhluk surgawi tinggal, sekalipun dalam kurun waktu yang berbatas namun tetaplah bukan keberadaan yang kekal serta bukanlah menjadi tujuan Akhir dari Ajaran Buddha.
Alam Surga terbagi menjadi enam alam, yaitu:
1. Câtumahârâjikâ,
2. Tâvatimsa,
3. Yâmâ,
4. Tusita,
5. Nimmânaratî,
6. Para-nimmitavasavattî.

Friday, 7 August 2020

Āḷavaka, Si Yakkha Pemberang. Bag. 2/2

Āḷavaka, Si Yakkha Pemberang. Bag. 2/2

Setelah gagal berkali-kali, ia memutuskan untuk menyerang dengan meluncurkan senjatanya yang paling mematikan, yaitu mantel putih sakti (dussāvudha). Seraya melayang-layang di sekitar Bhagavā, ia melontarkan senjatanya ke arah Bhagavā. Senjata itu menimbulkan bunyi yang menakutkan di udara laksana senjata halilintar Dewa Indra; senjata itu menimbulkan asap dan bara api yang besar.

Thursday, 6 August 2020

Āḷavaka, Si Yakkha Pemberang, Bag. 1/2

Āḷavaka, Si Yakkha Pemberang, Bag. 1/2

Dalam masa kediaman musim hujan Bhagavā yang keenam belas, terjadi suatu peristiwa penting yang menyangkut pengalihyakinan Āḷavaka, sesosok yakkha yang sangat pemberang.

Waktu itu, Kerajaan Āḷavī diperintah oleh Raja Āḷavaka. Sang raja memiliki kebiasaan bersantai dengan berburu di hutan sekali seminggu supaya pasukannya tetap prima. Suatu hari, tatkala ia tengah berburu, kijang buruannya melarikan diri dari tempatnya menunggu; menurut kebiasaan, sudah merupakan tugas sang raja untuk menangkapnya. Dengan bersenjatakan panah, raja segera mengikuti kijang itu. Setelah berlari sepanjang tiga gāvuta (satu gāvuta sama dengan seperempat yojana), kijang itu berbaring di pinggir kolam karena keletihan; karenanya, dengan mudah raja dapat membunuh, memotong tubuhnya menjadi dua, dan menggotongnya dengan galah.

Kisah Mahakala Thera

Cerita terjadinya syair Dhammapada 7 & 8.
(TIPITAKA: Sutta Pitaka - Khuddaka Nikāya)

Kisah Mahakala Thera

Mahakala dan Culakala adalah dua saudagar bersaudara dari kota Setabya. Suatu ketika dalam perjalanan membawa barang-barang dagangannya, mereka berkesempatan untuk mendengarkan khotbah Dhamma yang diberikan oleh Sang Buddha. Setelah mendengarkan khotbah tersebut, Mahakala memohon kepada Sang Buddha untuk diterima sebagai salah satu anggota pasamuan bhikkhu. Culakala juga ikut bergabung dalam anggota Sangha, tetapi dengan tujuan berkenalan dengan para bhikkhu dan menjaga saudaranya.

Wednesday, 5 August 2020

RENUNGAN: "Tiga Kemampuan"

RENUNGAN: "Tiga Kemampuan"

👉 Kemampuan berpikir sebelum berbicara mau pun bertindak, agar yang diucapkan mau pun diperbuat tidak menjadi masalah; oleh karena itu, sebaiknya orang sebelum berucap mau pun bertindak hendaknya dipikirkan terlebih dulu.

👉 Kemampuan berbicara bukan terletak pada soal apa yang orang bicarakan, melainkan bicaranya bisa menyelesaikan persoalan tanpa menimbulkan persoalan. Sehingga apa yang dibicarakan memberi manfaat pada pendengarnya, mau pun bermakna dan berguna bagi pembicaraannya.

👉 Kemampuan perbuatan jasmani ketika apa yang dilakukan orang terukur, bisa selesai pada waktunya, dan tidak menyisakan masalah. Karena sebelum dilakukan, semua telah dipahami dengan baik, sehingga bisa diselesaikan dengan baik serta bermanfaat.

👉 Orang yang memiliki kemampuan berpikir dengan baik, kemampuan berkata benar, dan kemampuan bertindak yang tepat; sehingga hidupnya bermanfaat bagi dirinya sendiri, mau pun pada orang lain.

✍️ (Bhikkhu Saddhaviro Mahathera)