"Pikiranmu lahir sebelum tubuh mati."
Pertanyaan (M): "Ketika seseorang meninggal, apakah dia segera terlahir kembali?"
Than Ajahn: "Jika orang itu akan dilahirkan kembali sebagai manusia, ia harus menunggu tubuh baru. Tetapi Anda secara otomatis menjadi makhluk yang telah Anda kembangkan dalam hidup Anda. Jika Anda seorang deva (karakter) , Anda akan menjadi dewa. Jika Anda seorang brahma (karakter), Anda akan menjadi brahma. Jika Anda seorang Sotāpanna, Anda akan menjadi Sotāpanna segera. Pikiran Anda lahir sebelum tubuh itu mati. "
Tuesday, 26 June 2018
Sunday, 24 June 2018
Sekarang Meditasi Begitu Populer. Jadi, Meditasilah !
Sekarang Meditasi Begitu Populer. Jadi, Meditasilah !
Mardiana bertanya kepada Ajahn Brahm, “Apakah kita boleh belajar meditasi sendiri hanya dengan panduan buku?”
Ajahn Brahm:
Buddha bermeditasi sendirian, Ia tak punya guru, Ia mencapai pencerahan. Jadi, Anda bisa meditasi sendiri. Dan kita punya banyak sekali buku bagus zaman sekarang, buku itu adalah I Love Meditation!
Mardiana bertanya kepada Ajahn Brahm, “Apakah kita boleh belajar meditasi sendiri hanya dengan panduan buku?”
Ajahn Brahm:
Buddha bermeditasi sendirian, Ia tak punya guru, Ia mencapai pencerahan. Jadi, Anda bisa meditasi sendiri. Dan kita punya banyak sekali buku bagus zaman sekarang, buku itu adalah I Love Meditation!
Thursday, 21 June 2018
RENUNGAN: "sudah lengkap"
RENUNGAN: "sudah lengkap"
👉 Manusia terlahir di dunia sudah membawa potensi sangat lengkap. Mulai dari negatif ada, positif punya, dan bukan negatif maupun bukan positif juga ada. Tergantung bagaimana manusia untuk mengelola pontensi, yang sudah terbawa sejak terlahir dengan lengkap.
👉 Sifat buruk sebagai potensi negatif, jika mendapan kondisi bisa berkembang. Kondisi itu bisa berupa tempat tinggal atau pergaulan, menjadi orang yang semula tidak jahat menjadi jahat.
👉 Sifat baik merupakan potensi positif bisa tumbuh berkembang, ketika mendapat faktor penompangnya sebagai kondisinya; berteman dengan orang bijaksana, selalu mendapat motivasi serta contoh berbuat baik, maka orang bisa menjadi baik, bahkan sangat baik.
👉 Manusia juga memiliki sifat netral sebagai potensi bukan negatif juga bukan positif. Jika mendapat kondisi akan tumbuh berkembang menjadi batin keseimbangan, tidak terombang ambing oleh hal negatif maupun positif.
👉 Karena manusia memiliki potensi lengkap, maka bisa jadi jahat, bisa juga jadi baik, dan sangat mungkin menjadi orang bijaksana. Tergantung pada kemauan, serta kondisinya, dan akan terbentuk sesuai sebabnya.
✍ (B Saddhaviro)
👉 Manusia terlahir di dunia sudah membawa potensi sangat lengkap. Mulai dari negatif ada, positif punya, dan bukan negatif maupun bukan positif juga ada. Tergantung bagaimana manusia untuk mengelola pontensi, yang sudah terbawa sejak terlahir dengan lengkap.
👉 Sifat buruk sebagai potensi negatif, jika mendapan kondisi bisa berkembang. Kondisi itu bisa berupa tempat tinggal atau pergaulan, menjadi orang yang semula tidak jahat menjadi jahat.
👉 Sifat baik merupakan potensi positif bisa tumbuh berkembang, ketika mendapat faktor penompangnya sebagai kondisinya; berteman dengan orang bijaksana, selalu mendapat motivasi serta contoh berbuat baik, maka orang bisa menjadi baik, bahkan sangat baik.
👉 Manusia juga memiliki sifat netral sebagai potensi bukan negatif juga bukan positif. Jika mendapat kondisi akan tumbuh berkembang menjadi batin keseimbangan, tidak terombang ambing oleh hal negatif maupun positif.
👉 Karena manusia memiliki potensi lengkap, maka bisa jadi jahat, bisa juga jadi baik, dan sangat mungkin menjadi orang bijaksana. Tergantung pada kemauan, serta kondisinya, dan akan terbentuk sesuai sebabnya.
✍ (B Saddhaviro)
Wednesday, 20 June 2018
APA YANG HARUS KITA LAKUKAN KETIKA TERJADI TERORISME/KEJAHATAN MERAJALELA?
APA YANG HARUS KITA LAKUKAN KETIKA TERJADI TERORISME/KEJAHATAN MERAJALELA?
1. Tetap tenang, jangan terprovokasi.
Jangan panik dan melakukan tindakan gegabah seperti menyebarkan info teror berlebihan, mengumpat ataupun melakukan kekerasan dan ikut menebarkan kebencian.
2. Hindari kemarahan terhadap pelaku terorisme
Ini memang hal yang sangat sulit, bagaimana bisa tidak benci atau marah terhadap pelaku terorisme? Namun kita harus ingat kata-kata Buddha: "Bahkan ketika gerombolan penjahat mencincang tubuhmu dengan ganas, ..., barang siapa yang marah karena menyaksikan itu bukanlah kaum yang menjalankan ajaranku."
Mengapa demikian?
Arya Shantidewa mengatakan: "Jika semua dewa dan manusia menjadi musuhku, mereka semua masih belum mampu melemparku ke kobaran api Neraka Avici; hanya sang musuh perkasa, klesha yang mampu melemparku ke kobarannya." Ketika kita marah, kita sendiri yang merasakan kerugian, kemarahan membakar kebajikan kita dan menyebabkan kita terlahir di neraka.
3. Doakan korban agar terlahir di alam baik, keluarganya tabah dan pelaku kejahatan menemukan jalan benar.
Semoga semua bisa menemukan kebahagiaan dan menjauh dari penderitaannya.
Kita perlu bersimpati kepada para pelaku kejahatan, karena mereka dibutakan ketidaktahuan dan menjerumuskan diri mereka sendiri hingga merugikan diri sendiri dan orang banyak.
4. Kumpulkan banyak kebajikan untuk menangkal kejahatan!
Apabila kekuatan kebajikan melemah, kekuatan kejahatan akan merajalela, maka kita harus banyak melakukan kebajikan. Di bulan bajik ini, bulan Waisak 2018, alangkah baiknya kita menggunakan kesempatan ini untuk melakukan:
A. Membaca Trisarana, Karaniya Metta Sutta, Prajnaparamita Sutra, ataupun mantram pendek "Om mani padme hum" atau "Om Muni muni maha muni ye swaha."
B. Fangshen
C. Berdana
D. Belajar, merenung dan bermeditasi Dharma
E. Menjaga Sila (Pancasila, Atthasila atau Dasasila)
Dikatakan dalam sutra: "Moral yang baik adalah harta termulia, Senjata yang tak ada bandingnya [bagi pengembara] moral baik adalah jimat yang tak ada bandingnya, yang mana membuat diri kita dapat melewati perjalanan jauh dan luas dengan selamat. Pikiran setan akan senantiasa menyalahi dunia, dan bila meninggal akan penuh dengan kesedihan, penuh penyesalan. Tidak ada moralitas yang tertanam dalam dirinya."
5. Dedikasi atau Lakukan pelimpahan jasa atas perbuatan bajik demi kebahagiaan semua makhluk dan kedamaian bangsa Indonesia.
#keongbergema #prayforindonesia #bulanbajik #waisak2018 #vesakhday #buddhism #buddhist #buddha #dharma #dhamma #peace
1. Tetap tenang, jangan terprovokasi.
Jangan panik dan melakukan tindakan gegabah seperti menyebarkan info teror berlebihan, mengumpat ataupun melakukan kekerasan dan ikut menebarkan kebencian.
2. Hindari kemarahan terhadap pelaku terorisme
Ini memang hal yang sangat sulit, bagaimana bisa tidak benci atau marah terhadap pelaku terorisme? Namun kita harus ingat kata-kata Buddha: "Bahkan ketika gerombolan penjahat mencincang tubuhmu dengan ganas, ..., barang siapa yang marah karena menyaksikan itu bukanlah kaum yang menjalankan ajaranku."
Mengapa demikian?
Arya Shantidewa mengatakan: "Jika semua dewa dan manusia menjadi musuhku, mereka semua masih belum mampu melemparku ke kobaran api Neraka Avici; hanya sang musuh perkasa, klesha yang mampu melemparku ke kobarannya." Ketika kita marah, kita sendiri yang merasakan kerugian, kemarahan membakar kebajikan kita dan menyebabkan kita terlahir di neraka.
3. Doakan korban agar terlahir di alam baik, keluarganya tabah dan pelaku kejahatan menemukan jalan benar.
Semoga semua bisa menemukan kebahagiaan dan menjauh dari penderitaannya.
Kita perlu bersimpati kepada para pelaku kejahatan, karena mereka dibutakan ketidaktahuan dan menjerumuskan diri mereka sendiri hingga merugikan diri sendiri dan orang banyak.
4. Kumpulkan banyak kebajikan untuk menangkal kejahatan!
Apabila kekuatan kebajikan melemah, kekuatan kejahatan akan merajalela, maka kita harus banyak melakukan kebajikan. Di bulan bajik ini, bulan Waisak 2018, alangkah baiknya kita menggunakan kesempatan ini untuk melakukan:
A. Membaca Trisarana, Karaniya Metta Sutta, Prajnaparamita Sutra, ataupun mantram pendek "Om mani padme hum" atau "Om Muni muni maha muni ye swaha."
B. Fangshen
C. Berdana
D. Belajar, merenung dan bermeditasi Dharma
E. Menjaga Sila (Pancasila, Atthasila atau Dasasila)
Dikatakan dalam sutra: "Moral yang baik adalah harta termulia, Senjata yang tak ada bandingnya [bagi pengembara] moral baik adalah jimat yang tak ada bandingnya, yang mana membuat diri kita dapat melewati perjalanan jauh dan luas dengan selamat. Pikiran setan akan senantiasa menyalahi dunia, dan bila meninggal akan penuh dengan kesedihan, penuh penyesalan. Tidak ada moralitas yang tertanam dalam dirinya."
5. Dedikasi atau Lakukan pelimpahan jasa atas perbuatan bajik demi kebahagiaan semua makhluk dan kedamaian bangsa Indonesia.
#keongbergema #prayforindonesia #bulanbajik #waisak2018 #vesakhday #buddhism #buddhist #buddha #dharma #dhamma #peace
Monday, 18 June 2018
Kisah Sirima (Dhammapada 11 : 147)
Kisah Sirima (Dhammapada 11 : 147)
(147) Pandanglah tubuh yang indah ini, penuh luka, terdiri dari rangkaian tulang, berpenyakit serta memerlukan banyak perawatan.
Ia tidak kekal serta tidak tetap keadaannya.
Di Rajagaha tinggal seorang pelacur yang sangat cantik bernama Sirima. Setiap hari Sirima berdana makanan kepada delapan bhikkhu.
Suatu ketika, salah seorang dari bhikkhu-bhikkhu itu mengatakan kepada bhikkhu lain betapa cantiknya Sirima dan setiap hari ia mempersembahkan dana makanan kepada para bhikkhu.
(147) Pandanglah tubuh yang indah ini, penuh luka, terdiri dari rangkaian tulang, berpenyakit serta memerlukan banyak perawatan.
Ia tidak kekal serta tidak tetap keadaannya.
Di Rajagaha tinggal seorang pelacur yang sangat cantik bernama Sirima. Setiap hari Sirima berdana makanan kepada delapan bhikkhu.
Suatu ketika, salah seorang dari bhikkhu-bhikkhu itu mengatakan kepada bhikkhu lain betapa cantiknya Sirima dan setiap hari ia mempersembahkan dana makanan kepada para bhikkhu.
Subscribe to:
Posts (Atom)